Tempat Berbagi Cerita, Humor, Ilmu Pengetahuan Dan File

GAMBAR, PROFILE, MENU DROP DOWN

Selasa, 15 Mei 2012

PERTEMUAN



Saat kita jumpa ada rasa dididalam dada
Kau tersenyum manja membuatku terpana
Akupun tak bisa tuk menahan gejolak diri
Inginku kakatakn aku menyukaimu
Hanya dirimu yang aku suka

Terpesona ku pada pandangan pertama dan tak kuasa menahan rinduku
Senyumanmu slalu menghiasi mimpiku
Inginku peluk dan ku kecup keningmu

Kini ku rasakan getaran cinta dalam dada
ku ingin bersama untuk selamanya
(Terpesona, lagu Glenn Fredly)

Sebait lirik lagu ini terasa “click”  untuk mendeskripsikan dari memorial terindah yang pernah terjadi. Ku coba menelisik dan mengingat kembali moment pertemuan saat itu.

Pertemuan layaknya mata rantai yang terikat dari sosok-sosok yang berpandangan, pandangan mata menampakan sinarnya hingga sosok yang dituju terlihat dan disimpan dalam peti hati memori jiwa. Keindahan dari pertemuan menjadi inspirasi agung yang mampu memaknai pertemuan secara tekstual tercurah dalam bentuk tulisan.

Setiap detik yang dicurahkan dari pertemuan menjadi kenangan yang tak dapat dilupakan, setiap detik itulah hati dimurnikan oleh pertemuan, setiap detik itulah tibanya lembaran baru penuh optimistis.

Itulah yang dirasakan dari setiap detik dari pertemuan, pertemuan menjadi realita suratan illahiyah atas jiwa manusia sehingga pertemuan pun ditakdirkan, mata tak bisa dikekang untuk melihat, hati tak bisa dihalangi untuk memcurahkan perasaan, ucapan menjadi refleksi nyata atas pandangan mata dan perasaan hati yang dibentuk secara lisan.

Itulah kerangka pertemuan indah itu, pertemuan jasadiyah dengan sorot mata saling menyapa.