Tempat Berbagi Cerita, Humor, Ilmu Pengetahuan Dan File

GAMBAR, PROFILE, MENU DROP DOWN

Rabu, 13 Juni 2012

JIKA MEMANG TULANG RUSUKKU



 Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi yang terbalut hangatnya bekas pelukmu

Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa tentang apa yang harus memisahkan kita
Disaatku tertatih tanpa kau disini, kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Kita telah lewati masa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali tabir cinta yang menuntunmu kembali padaku
(Last Child, seluruh nafas ini)

Masih teringat saat kau tinggalkanku, tanpa waktu lama langsung membuatku terpuruk dalam ruang gelap tanpa suara kehidupan, terdistorsi dari gemerlapnya cahaya disetiap sudut metropolis. Fikiran tak sinkron lagi yang ada hanyalah hayalan yang tak berkesudahan.


Mencoba ku menata kembali kehidupan yang terdistorsi, karena tak selayaknya kuterus tenggelam dalam samudra Nuh yang dalam dengan riak ombak yang menakutkan itu. Ku mencoba menguatkan kembali jiwa yang rapuh, menyempurnakan kembali jalan fikiranku lagi.


Sejenak ku ulang kembali ke jalan fikiranku yang dulu, jalan fikiran ketika pertama kali mengikatkan tali kasih untukmu; selayaknya menjadi yang terakhir dalam hidupku, aku tak akan pernah lupa harapan itu.


Kini kita telah membatasi hati untuk saling menikmati rindu dan mengucapkan kata sayang. Mungkin kini kau telah  merajut asa dengan yang lain, seperti asa yang pernah ada dalam diri ini. Dalam kebisuanku, ku mencoba melangkah dan membunuh sikaf pesimisku, dan menggantinya dengan sikap optimistis, karena tak  semestinya ku menenggelamkan diri dalam ruang pesimistis.


Sesungguhnya tak ada yang tahu alur cerita dan skenario kehidupan ini, tapi jikalau memang dirimulah tulang rusukku kau akan kembali pada tubuh ini, ku akan tua dan mati dalam pelukmu. Untukmu seluruh nafas ini…