Tempat Berbagi Cerita, Humor, Ilmu Pengetahuan Dan File

GAMBAR, PROFILE, MENU DROP DOWN

Kamis, 17 Oktober 2013

MATI SURI

Ini bukanlah cerita fiksi atau hanya hayalan tak berguna. Ini kenyataan yg realistis terjadi pada diriku.

Kalian boleh percaya atau tidak, itu tidak jd masalah. Tapi ini pengalaman yg benar terjadi, orang lain yg mumpuni mengatakan bahwa itu merupakan kematian sesaat atau yang lebih dikenal dengan mati suri. Telah sekian lama kurang lebih 4 tahun aku menutup rapat kejadian ini,akhirnya aku memberanikan diri mencari jawaban dari semua kejadian yg ku alami.

Kejadian ini berawal ketika selesai melaksanakan shalat isya dimesjid, aku berdiam diri dikamar menyendiri. Suasana malam saat itu sangat hening, tak seperti biasanya hening sekali padahal saat itu waktu baru pukul 08.O0 malam.

Lalu sekitar pukul 09.00 malam rasanya kantuk mulai hinggap dimataku, mulutku mulai menguap menjadi penanda bahwa mataku ingin segera beristirahat.

Aku segera mematikan lampu kamar, kemudian menuju peraduan tidur sambil mengusap kasur membaca doa2 yg disunnahkan Rasul, tak lama setelah itu kemudian merebahkan badan.

Banyak doa pengiring tidur yg dilapadzkn dari lisanku hingga akhirnya kutertidur lelap. Entah berapa lama aku tertidur lelap sebelum akhirnya ku terbangun mendengar panggilan yg terdengar samar2 itu.

Aku segera bangun dari tidur karena mendengar samar2 suara yg memanggil namaku. Namun ada yg brbeda ketika ku bangun dan mengangkat badanku dari atas kasur hendak brdiri, saat ku dalam keadaan brdiri, tubuhku terasa ringan seperti kapas atau bahkan lebih ringan dari kapas.

Tanpa mempermasalahkan tubuhku yg terasa ringan, dengan segera aku meraih saklar untuk menyalakan lampu kamarku.
Tapi aku merasa kaget luar biasa ternyata aku tak bisa menyentuh saklar yg ada dihadapanku, karna tubuhku tembus pada saklar itu.

Saat itu aku merasa heran, kaget dan takut luar biasa. Aku terduduk sendiri tanpa bisa brbuat apa2. Cahaya remang2 dari lampu yg brada diluar kamar menjadi sumber cahaya yang sedikit terserap masuk ke kamarku.

Saat ku terduduk dikamar diterangi remangnya lampu dari luar, aku melihat kesekeliling kamarku sebelum akhirnya ku mendapati seseorang yg sedang terbujur kaku di atas kasur tepat disebelah kiriku.

Aku mencoba mendekat untuk memastikan siapa seseorang yg berada diatas kasurku. Dalam keadaan remang2 Aku melihat dengan jeli kearah wajahnya dan ternyata itu adalah diriku sendiri. Astagfirullah... Aku mengucapkn itu berkali-kali. Aku mencoba meraba wajahnya namun tak tersentuh, saat itu ku terus memandangi jasadku yg terbujur kaku, diriku seolah angin yg menempus ketika ku berusaha menyentuh jasadku yg brada tepat di hadapanku.

Aku menangis tersedu-sedu di hadapan jasadku sendiri bahwa ternyata aku telah meninggal sementara aku belum memiliki amalan shaleh untuk bertemu sang khaliq.

Yaa Allah... Astagfiruloh.. Allahuakbar... Aku terus berucap kalam menganggungkan Raab-ku.
Dalam keadaan yg ketakutan luar biasa aku berdiri tegak meninggalkan jasadku tadi. Aku teringat kedua orang tuaku dan memutuskan untuk menemuinya, lagi-lagi aku yakin bahwa aku telah meninggal karena aku mendapati diriku tak bisa menyentuh pintu kamarku.

Tapi percaya atau tidak aku dapat menembus pintu itu yg notabene adalah benda padat. Aku keluar dari kamar dan menghampiri orang tuaku yg sedang tertidur lelap, aku berusaha membangunkannya tapi tetap mereka tak tersentuh.
Saat itu aku semakin pnik karna mungkin aku akan dikuburkan bberapa jam lagi, karena waktu itu mwnunjukan pukul 00.35 malam.

Aku masih bertanya2 apakah ini yg disebut meningal dunia akhir dari kehidupanku. "Ya Allah kalolah ini benar akhir dari kehidupanku sungguh betapa sedihnya aku karna aku malu dan celaka tak membawa amalan untuk brtemu dengn-Mu Rabb yg maha agung" ucapku dalam hati.

Aku tringat saat terbangun tadi ada suara yg memanggil2 namaku tapi ku tak tahu dari siapa sumber suara itu brasal. Orang tuaku masih trlelap tidur sebelum akhirnya ku memutuskan untuk menghampiri kembali jasadku yg masih trbujur kaku tak bereaksi apapun.

Aku duduk diam sendiri sambil menunduk sebelum akhirku ku merasakan seperti melayang; ringan, sangat ringan. Tapi ternyata itu benar bahwa aku sedang melayang diatas permukaan tanah, tepat diatas kamarku sendiri. Saat itu aku dpt melihat atap2 rumah orang lain yang ada disekitarnya.

Aku melayang semakin tinggi dan lebih tinggi lagi. Aku dpt merasakn dan melihat awan yg tepat dihadapanku, aku melihat kembali ke bawah bumi terlihat samar2 rumah hingga akhirnya dunia terlihat sperti bulatan bola yang mulanya terlihat besar kemudian mengecil dan semakin mengecil hingga sperti kelereng dan akhirnya sperti titik, kemudian hilang tak terlihat lagi.

"Yaa Allah betapa kecilnya dunia itu" ucapku.

Aku masih melayang diatas langit.
Masya Alloh mungkin aku telah diangkat Rabb-ku. Jauh diupuk pandanganku terlihat cahaya sinar dari berbagai penjuru. Betapa besarnya kekuasaan Allah Swt yg telah menciptakan alam semesta. Diatas langit aku mendengar suara adzan entah dari mana arahnya.

Ya Allah dimnakah aku harus shalat. Ucapku dalam hati.
Betapa terharunya aku mendengar suara adzan dilangit begitu menggema.

Disekelilingku tak terlihat apa2 selain cahaya yg jauh disana dan batuan yg terlihat melayang.
Tak lama berselang akupun kembali mendengar suara yg memanggil namaku dari arah kananku, tapi tak ada siapapun disana...

Anehnya lagi, dilangit aku mendengar suara iqomah sebagai penanda bhwa solat akan segera dilaksanakan. Aku berucap sekali lagi "Yaa Rabb Yaa Allah dimanakah aku harus shalat" ucapku.

Sesaat setelah aku mengucapkan itu tiba2 dengan cepat aku trun kebumi hingga akhirnya aku brada di area pesawahan yg tak jauh dari rumahku.

Tanpa menyentuh padi yg sedang menguning aku berjalan menyusuri dan masuk ke rumah.
Aku melihat kedua orang tuaku telah terbangun sedang melapadzkn ayat alquran, namun lagi2 mereka tak bisa ku sentuh.
Aku memanggilnya brkali2 tapi mereka tak mendengar teriakanku.

Aku segera keluar rumah dengan menembus pintu.tapi dengan sangat cepat; seolah ada yang menarikku aku kembali kekamar dan ditidurkan kembali masuk ke jasadku.

Akhirnya, aku trbangun dengan utuh dan langsung menyalakan lampu sambil menyentuh2 wajahku.
Aku trdiam mengingat kejadian tadi. Mengingat perjalnan spiritual tdi.
Aku memastikan apakah ini mimpi atau mati suri. Aku ingat bahwa orang tuaku tdi sedang membaca alquran. Dan ternyata betul orang tuaku memang sedang membaca alquran ketika aku temui.

Ini bukanlah mimpi.tpi ini adalah kenyataan, boleh percaya atau tidak, inilah pengalamanku.
Bahkan aku teringat tentang kisah abu uwais yg shaleh namanya terkenal dilangit dan menjadi penghuni penduduk langit...

Semoga Allah Swt selalu membimbingku ke jalan yang diridhoi-Nya... Amiiin.