Tempat Berbagi Cerita, Humor, Ilmu Pengetahuan Dan File

GAMBAR, PROFILE, MENU DROP DOWN

Sabtu, 12 Mei 2012

KENANGLAH INGAT, LUPAKAN JANGAN !!!


Saat itu ajaran sekolah baru mulai tiba dan akupun menyegerakan diri untuk registrasi di sekolah tingkat SMP yang menjadi pilihanku, layaknya orang lain yang membeli berbagai perlengkapan sekolah, akupun tak terlewatkan untuk melakukan hal yang sama dengan orang lain yang seumuran denganku.

Singkat cerita ku melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah pertama (SMP), tepatnya Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah di Pondok Modern di Bandung yang sehari-hari berbicara bahasa arab dan bahasa inggris, bahkan sampai saat ini ku masih ingat ketika khutbatul arsy diterapkan pemahaman mengenai panca jiwa yaitu; “keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwahdiniyah, berdikari, dan kebebasan”.

Setelah sekian lama sekolah sambil mesantren kemudian aku sakit parah, menimbulkan perasaan tak enak hati di feeling kedua orang tuaku. Hingga akhirnya dengan terpaksa ku harus meninggalkan semua teman-temanku disekolah (pondok modern) itu dan dengan perasaan terpaksa kemudian akupun pindah ke sekolah lain yang berada di daerah Cianjur, karena asalku memang dari Cianjur.

MTsNI,  ya itulah inisial sekolah baruku (sengaja ku tulis inisal supaya tak terlalu terekspos), lama sekolah disana yang kemudian pada akhirnya banyak teman baru yang aku kenal, walaupun sekarang aku sudah mulai lupa sebagian, tapi untungnya masih ada buku kenang-kenangan walaupun itu tak menghapus rasa kangenku pada masa sekolah dulu di MTsNI.

Setelah di MTsNI, ku melanjutkan pendidikan ke tingkat SMU tepatnya di MAA, Setelah lulus di MAA kemudian ku meretas jalan ke  jalur pendidikan tinggi di UIN SGD Bandung dan akhirnya lulus dengan mendapatkan gelar kesarjanaan yang ku persembahkan untuk kedua orang tuaku yang telah memapah dan telah mempersembahkan doa-doanya serta tak pernah lelah dalam membimbingku.

Singkat cerita, sampai pada suatu ketika, ku mencoba searching di internet; facebook, twitter, blog dan sebagainya, untuk mencari teman waktu dulu ku meretas jalan pendidikan tinggi di kampus, ku search di mesin pencari dan ku tulis nama yang dituju yang pada akhirnya keluarlah nama-nama itu, banyak sekali nama yang muncul hingga ku harus jeli membaca satu persatu nama-nama itu. 

Setelah ku cek hingga hampir nyaris tak ada nama yang ku tuju itu, ya akhirnya aku tak menemukan teman sekelas waktu sama-sama menimba ilmu dikampus tapi ku menemukan teman waktu dulu ku menempuh pendidikan menengah tingkat pertama, tepatnya saat di MtsNI karena kebetulan dia (teman MTs NI) memiliki nama yang sama dengan teman kampusku.

Sejak saat perpisahan dulu dari MTsNI hingga sampai tahun 2012 ini, lebih kurang 14 tahun telah berlalu dan tak pernah ada komunikasi dengan semua teman-temanku apalagi ada acara reuni, sekarang terlihat sangat berbeda, berbeda sekali dengan yang dulu, mungkin dikarenakan waktu itu masih usia antara 14/15 tahun. Saat ku lihat di picture profilenya dia telah berkeluarga karena ku lihat dia menggendong seorang anak yang masih balita.

Betul, ternyata betul dia adalah teman sekolah ku dulu di MTsNI bahkan sekelas atau bahkan dia adalah sekretaris saat ku menjadi ketua kelas. Kemudian waktu di organisasi; OSIS-pun kita sama-sama menjadi pengurus walaupun di divisi yang berbeda. 

Singkat cerita, ku  mencoba menghubunginya lewat internet, alhamdullah ada respon hingga sampailah pada suatu percakapan lewat electronic letter di internet, ternyata dia masih kenal denganku, mulailah bercerita ini dan itu mengenang semua memorial terindah persahabatan saat sekolah dulu.

Assalamualaikum, maaf ini dengan teteh “x”, bukan ?” sapaan pertamaku di electronic letter

Waalaikumsalam, iya, ini dengan siapa ya ?” jawabannnya dengan singkat

“Hei, masih ingat nggak sama aku ? ” lanjut pertanyaanku

“Siapa ya ? ” Tanyanya padaku dengan penasaran

“Ari Ridwan Alhakim yang dulu sekolah di MTsNI, kan kita sekelas dulu, masih ingat nggak ?” jawabku meyakinkan dan mencoba mengingatkan menelisik ke masa sekolah dulu.

Oh. Ari Ridwan yang cakep dan putih, ya masih ingat dong, gimana kabarnya? Ko tahu account ini dari mana ? ” jawabnya dengan memuji, seolah-olah ku ingin langsung gubrag. he..he..he

Singkatnya, Kemudian ku mulai menelisik ke memori masa lalu, mengingat-ingat kembali kenangan semasa sekolah dulu bahkan mulai berbicara ke hal-hal tentang privasi masing-masing, dia berbicara bahwa dia telah memliki dua orang anak dan lain-lain, bahkan dia bertanya padaku apakah ku telah berkeluarga apa belum dan sebagainya.

 Singkat cerita, walaupun hanya sekedar diinternet dan tak ketemu secara langsung tapi Alhamdulillah sedikit  mengobati rasa kangen terhadap sahabatku. Sekarang dia telah memiliki seorang suami dan dikaruniai dua orang anak, ya sekarang dia telah meretas jalan kehidupannya sendiri bersama keluarga kecilnya. Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa pada waktu sekolah dulu, ku pernah memliki perasaan; aku tak tahu apakah itu perasaan cinta, sayang atau hanya sekedar suka saja. Aku tak tahu !!

Untuknya, ku doakan semoga kamu bahagia dengan keluarga kecilmu itu, retaslah jalan kehidupan bahagia yang kamu inginkan, bersabarlah ketika kamu menginjak duri dan kepahitan yang mendalam karena orang yang sabar memposisikan dirimu ditempat yang tertinggi di sisi Alloh swt, berusahalah dengan sekuat tenaga untuk meraih bahagia ketika badai menghadang di depan mata karena kabahagian akan nampak setelah kamu melewati badai itu, dan jangan sekali-kali kamu menyerah, menyerah akan memposisikan dirimu menjadi hancur berakhir menjadi debu.

Yakinku adalah ku tetap akan menjadi sahabatmu, sahabat yang tak pernah melupakan masa-masa indah sekolah dulu; meretas jalan pendidikan bersama, sahabat yang takkan pernah meninggalkanmu saat duka, selayaknya ku tetap menjadi sahabat saat suka maupun duka

KENANGLAH INGAT, LUPAKAN JANGAN !!!