Tempat Berbagi Cerita, Humor, Ilmu Pengetahuan Dan File

GAMBAR, PROFILE, MENU DROP DOWN

Rabu, 11 Juli 2012

KISAH YANG SALAH



Sedari awal kita telah berbeda, tak ada salahnya kalau kita memang harus berpisah, karena sejujurnya kita telah berada pada jalan yang tak searah lagi, ternyata kita telah berpijak dan menuliskan perjalanan kita pada kisah yang salah.


Tak selayaknya kita terus menenggelamkan jiwa dan raga ini pada kelukaan bathin, kelukaan diatas segala kelukaan yang pada akhirnya akan mengoyak bathin tak tersisa, kalaupun itu tersisa, sisanya hanyalah menjadi seonggok debu yang sewaktu-waktu akan hilang ditiup angin.

Semua telah kita lewati bersama untuk memperbaikinya, tapi tetap saja bathinku tersiksa, perlakuan itu terus berulang-ulang tanpa ada sedikitpun perubahan yang berarti, semakin hari aroma sarkatisme begitu kental melekat erat dalam dirinya yang tak pernah memberikan sedikitpun  kebijaksanaan dan tanpa sedikitpun afresiasi, semakin hari selalu bertambah dengan sikap dehumanis, aku jenuuuh !!!

Jika memang sedari awal takkan berubah jalan fikiranmu yang jelek itu, seharusnya kita tak perlu melangkah lebih jauh, selayaknya kita berhenti tanpa meneruskan perjalanan lagi karna sesungguhnya jalan ini adalah jalan yang akan menorehkan kisah yang salah, ya hanya menorehkan luka. aku jenuh sekarang !!!

Cinta itu seharusnya menjadi kebahagian dan bukan luka, buat apa kita menuliskan kisah luka yang berbalut cinta, indah diluar tapi didalam rapuh, layaknya pilar kayu yang terlihat rapi diluar tapi didalam rapuh digerogoti penyakit.

Kebahagian itu adalah ketenangan dan rasa nyaman bathin. Apakah selama ini kita merasa tenang dan nyaman menjalani semua ini??!!, ternyata ku tak menemukan ketenangan dan rasa nyaman itu, sebagai manusia biasa tentu saja kesabaranku runtuh tak tersisa dalam kondisi yang tak mungkin bisa membangun kembali, karena semua telah menjadi puing yang takkan berguna lagi.

Tak perlu aku mengelaborasi secara detail apa salahmu itu, karena ku yakin suatu saat nanti mata, fikiran, dan perasaanmu akan terbuka lebar dan meratapi penyesalan yang mendalam karna perbuatanmu untukku. Tapi disaat jalan fikiranmu terbuka dan menyadari segala kesalahanmu, itu tak berarti lagi untukku, karena ku telah beranjak pergi menjauh dari hadapanmu dan pergi menjauh dari hatimu.

Kau takkan bisa lagi meletakan tanganmu diatas bahuku, dan hendak meminta maaf atas salahmu, permintaan maaf yang sering kau ucapkan itu, sementara dihari yang lain kau mengulangi perbuatan dan sikafmu yang  tak istiqomah itu.

Apalah dayaku kini, semua energy telah ku habiskan untuk memberimu yang terbaik dan terindah, tak pernah sedikitpun ku berbuat aniaya dibelakangmu, tapi tetap saja kau selalu menghakimiku dan menunjuk ke arahku bahwa akulah salah itu. seandainya kamu sedikit saja berfikir dengan penuh kebijaksanaan dan perasaan, tentulah takkan seperti ini jadinya

Akhirnya, ku hanya ingin sendiri, menyendiri jauh darimu lebih tenang dan nyaman bagiku. Ku takkan mendengar buayaan kata yang tak bijak itu, dan itu lebih baik bagiku. Menyendiri jauh darimu merupakan sesuatu yang sangat berharga, setidaknya aku takkan mendapat perlakuan buruk dan fitnah darimu lagi. Jangan pernah lagi menanyakan tentangku, ya semua tentangku. Ku akan baik-baik saja tanpamu karna berada jauh darimu sesungguhnya menjadi suatu ketenangan bagiku, biarkanlah ku pergi dari hatimu karena ku tak ingin hidup dalam suasana kebathinan yang sakit, tak ada siapapun yang mau menukarkan sebentuk hati yang sehat dengan sebentuk hati yang sakit.

“SELAMAT TINGGAL, jaga dirimu baik-baik, maaf ku tak bisa menjalani hari bersamamu lagi”.. itulah ucapku terakhir untukmu..